Thursday, July 29, 2010

Surat daripada pencuri Kereta Perdana, Ketua Puliss Selangor..

Ini petikan aku terbaca dari
Heh, heh, heh...
Memang koman pun locking keta kita. ari tu aku terjumpa ada pakcik tu tertinggal kunci keta saga keta kebal dia kat dlm ketanya. member dia guna dawai saja jolok2 kat celah tingkap driver, tak sampai 2 minit dah terbukak.

posted in lowyat forum by salimbest83


Dear Datuk,

I really did not know that it was your car. Please believe me that I really did not realise that it was a police chief's official car. However, why was it my target among so many cars in Selangor? Moreover, it was only an ordinary Proton. Please do not blame me. Even though it was an inadvertence, there was a reason behind it.

Our industry has been rapidly grew in recent years and there are markets for new, old, domestic, imported, luxury and ordinary cars. Even if it is just an old Proton, some of its parts can still be sold for money. That was also why your car was targeted that day. Please do not blame the poor anti-theft system, and do not be angry with the additional car security system.

In fact, these devices are just decorations for car thieves in Malaysia. They are not even a challenge for us. Even for expensive security equipment, which is usually installed in luxury cars with satellite tracking system that can stop engine operation, we can still break it within the first 10 minutes, drive it onto a container another 10 minutes later, send it to Port Klang after another 20 minutes and it takes another 10 minutes to ship it to foreign country. As for your car, it required only 2 minutes.

The business is too good while the crime detection rate…I am sorry, but I think we do not need to mention more about it. In terms of the rate of return, it is indeed a non-risky business with extraordinarily high returns that does not require any capital at all. It is certainly the most promising industry in Malaysia with the largest development space. Even during the national economic doldrums, it can still contribute to the country's economic growth.

For example, the second-hand spare parts market, from engines to cup holders, is largely relying on our supply. Also, we can earn a lot of foreign exchange if we sell the cars to foreign countries. The high stolen car rate and low crime detection rate also led to the development of the insurance industry. We should also be credited for the increase of premiums.

Datuk, if you do not want your car to be stolen again next time, the only way is to write a note stating your identity and display it on your dashboard. We would be very delighted to give you our full cooperation. Also, I saw that police forensic officers were trying to search for clues in the car. It was a tough work for them for sure. I forgot to leave another note to tell you that I had actually asked someone to thoroughly wash your car for a few times. If fingerprints are found, you may get the samples from the Immigration. They belong to a Bangladesh. I had removed the Global Positioning System (GPS) in your car to avoid leaving any record. Initially, I was planning to install a more advanced system for you, but as I was in a bit of rush this time, so maybe next time. If you suddenly find a new navigation system in your car one day, please take it as a gift from me. You do not have to know when your car is being touched again and I promise, I will
not cause any damage to the lock of the door any more next time.

As for the command baton, just give it to me as a souvenir. I like it very much as every night before going to bed, I can imagine myself waving the baton and leading the Royal Malaysian Police to work hard.

P/S: I think it is time for you to change another car!

Yours sincerely,

Car thief

Wednesday, July 28, 2010

Penjimatan subsidi harus digunakan untuk baiki jamban ini!

Hari Sabtu yang lalu aku bersama isteri dan emak aku telah melawat seorang jiran yang baru lepas operate Hospital Kuala Lumpur. Didapati semasa hendak menggunakan tandas di wad tersebut ada dua buah telah rosak, mungkin tersumbat kot. Harap2 kerosakan dapat dibaiki dengan segera. Sungguh 'koman' bila hanya contengan marker digunakan untuk melabel tandas tersebut rosak.

Boring? Jawab la soalan kat papan putih tu.

Bagi yang banyak masa terluanbg tu boleh la jawab soalan kat papan putih tu. Dah setahun aku mengajar tolak. Kadang2 boleh jawab, kadang tidak2. Kiranya ikut hari diaorang la. Kena hari dia datang bulan apa pun tak mau buat. Keh, keh, keh!

betul atau salah?

rakaman di suatu sudut kelas ppki aku nih

Cranberries - When You're Gone lyrics

Hold onto love that is what I do now that I've found you.
And from above everything's stinking, they're not around you.

And in the night, I could be helpless,
I could be lonely, sleeping without you.

And in the day, everything's complex,
There's nothing simple, when I'm not around you.

But I'll miss you when you're gone, that is what I do. Hey, baby!
And it's going to carry on, that is what I do. Hey, baby...

Hold onto my hands, I feel I'm sinking, sinking without you.
And to my mind, everything's stinking, stinking without you.

And in the night, I could be helpless,
I could be lonely, sleeping without you.

And in the day, everything's complex,
There's nothing simple, when I'm not around you.

But I'll miss you when you're gone, that is what I do. Hey, baby!
And it's going to carry on, that is what I do. hey, baby...

| Bestnya aku dalam 2 minggu tak bermosarat ke mana2. |
| Harap2 sampai hujung tahun la. |

Wednesday, July 21, 2010

Sera (Ada nggak ada)

Artist: Pengantar Minum Racun (PMR)

Ada nggak ada,
yang penting kita tertawa
Ada nggak ada,
yang penting kita gembira

Sekarang miskin,
siapa tau besok kaya
Sekarang bokek,
Siapa tau besok tokek... eh beruang

Roda... kan berputar
Kadang di bawah, kadang di atas

Suka nggak suka,
Enaknya sukain saja
Enak nggak enak,
Enaknya enakin saja

Jangan mikirin
Tanggal muda tanggal tua
Yang penting masih
Bisa ngutang tetangga

Biar makan nasi pera
Kalau ngumpul aduh enaknya
(Aduh enaknya)

Dibuat gampang
Hidup ini bisa gampang
Dibuat susah
Hidup ini bisa susah

Yang penting kita suka
Kue sera-sera
Kue satu, di bagi rata

(Dibilang tinggi... nggak juga
Dibilang pendek... nggak juga
Dibilang kuning... nggak juga
Dibilang cokelat... nggak juga
Apa dongg...?
Mau tau? Nih... Yeaaaaah)

Ada nggak ada,
yang penting kita tertawa
Ada nggak ada,
yang penting kita gembira

Sekarang miskin,
siapa tau besok kaya
Sekarang bokek,
Siapa tau besok tokek... eh beruang

Jangan mikirin
Tanggal muda tanggal tua
Yang penting masih
Bisa ngutang tetangga

Biar makan nasi pera
Kalau ngumpul aduh enaknya
(Aduh enaknya)

Dibuat gampang
Hidup ini bisa gampang
Dibuat susah
Hidup ini bisa susah

Yang penting kita suka
Kue sera-sera
Kue satu, di bagi rata

(Dibilang besar... nggak juga
Dibilang kecil... nggak juga
Dibilang bulat... nggak juga
Dibilang kotak... nggak juga
Apa dongg...?
Makanya dengerin. Nih... Yeaaaaah)

Ada nggak ada,
yang penting kita tertawa
Ada nggak ada,
yang penting kita gembira

Sekarang miskin,
siapa tau besok kaya
Sekarang bokek,
Siapa tau besok tokek... eh beruang

Ada nggak ada,
yang penting kita tertawa
Ada nggak ada,
yang penting kita gembira, (Lagi????)

Ada nggak ada,
yang penting kita tertawa
Ada nggak ada,
yang penting kita gembira

Ada nggak ada,
yang penting kita tertawa
Ada nggak ada,
yang penting kita gembira

Ada nggak ada,
yang penting kita tertawa
Ada nggak ada,
yang penting kita gembira

Ada nggak ada,
yang penting kita tertawa
Ada nggak ada,
yang penting kita gembira

Ada nggak ada,
yang penting kita tertawa
Ada nggak ada,
yang penting kita gembira

Ada nggak ada,
yang penting kita tertawa
Ada nggak ada,
yang penting kita gembira

ps: Rintihan marhaen di kala pelarasan subsidi...

Tuesday, July 20, 2010

Setia kepada kerajaan ketika bertugas - MB Kedah

Ali Hashim

ALOR SETAR, 20 Julai: Menteri Besar Kedah, Datuk Seri Azizan Abdul Razak menggesa penjawat awam supaya setia kepada Kerajaan Negeri yang diterajuinya sepanjang waktu bekerja.

Menurut beliau lagi Kerajaaan Negeri Kedah tidak pernah menghalang mana-mana penjawat awam di Kedah supaya menyokong PAS atau mana-mana parti komponen Pakatan Rakyat (PR).

Sebaliknya mereka diberi kebebasan untuk memilih fahaman politik masing-masing, kata Azizan (gambar).

"Sepanjang waktu bekerja mereka hendaklah setia kepada Kerajaan Negeri yang diterajui oleh PR, namun begitu selepas waktu bekerja mereka adalah bebas untuk memilih pegangan politik mereka.

"Sepanjang PAS menerajui Kedah tiada seorang pun di kalangan kakitangan Kerajaan Negeri yang dipecat oleh kerana ideologi politik yang berbeza. Walaupun tidak semua kakitangan yang menyokong kepimpinan saya, tetapi sebagai seorang kakitangan Kerajaan Negeri maka mereka perlu menghormati perlembagaan dan undang-undang negeri,"katanya selepas melancarkan kempen Perlembagaan peringkat negeri Kedah di Kolej Universiti Insaniah (KUIN) baru-baru ini.

Azizan juga menyelar segelintir agensi dan jabatan Kerajaan Persekutuan yang bertindak tidak selaras dengan Perlembagaan.

Mereka ini, kata beliau, seolah-olah mencabuli hak dan apa yang termaktub dalam Perlembagaan.

Sebagai contoh Jabatan Penerangan, televisyen milik kerajaan tidak memberi laporan yang adil terhadap Kerajaan Negeri.

"Mereka juga menggunakan media ini untuk berkempen bagi pihak parti BN. Adakah ini membuktikan bahawa mereka mengikut Perlembagaan dan dasar yang termaktub didalamnya,"tambahnya lagi.

Dalam perkembangan tersebut juga KUIN yang merupakan kolej universiti milik Kerajaan Negeri akan memperkenalkan subjek Perlembagaan Negara sebagai kursus wajib kepada para pelajarnya pada sesi pengajian yang akan datang.

Selaku Pengerusi KUIN, Azizan juga berkata, kursus ini adalah bertepatan pada masa dan ketikanya apabila sebahagian besar para pelajar yang tidak memahami peruntukan dalam Perlembagaan akan mendapat pendedahan dan kefahaman yang luas dalam bidang tersebut.

Mana pergi subsidi kami

Dr Asri Zainal Abidin

kalian rampas subsidi kami, entah ke mana dibawa lari
kalian beritahu, wang mesti dicatu, kita menuju maju..
kalian kata: jika tidak, semua menderita, habis harta negara..
kalian berbahasa: bukan barang naik harga, cuma subsidi turun sahaja..

kami orang desa, mungkin tidak pandai kira berjuta-juta..
kami orang kecil kota, mungkin tiada sedemikian harta..
jika kalian tipu sebegitu, biasanya kami diam selalu..
tapi dapatkah kami dibohongi, tentang suapan saban hari?

apalah yang dapat diberitahu anak ke sekolah..?
papa semakin parah..? wang semakin lelah..?
jika semalam berlauk, hari cuma berkuah..
kerana kerajaan kita sedang susah..?
maka subsidi kita terpaksa diserah..
jika semalam kau makan sepinggan, hari ini saparuh
kerana barang makin angkuh, wang papa makin rapuh..
apa yang dapat dibisik pada anak berkopiah ke madrasah..?
makananmu sayang, sebahagiannya sudah hilang..
jika mereka bertanya siapa yang bawa lari
kepada siapa patut kami tuding jari?
janganlah nanti mereka membenci pertiwi..
akibat pencuri harta bumi rakyat marhaen ini..
atau kami jadi insan curang..
kami beritahu; cuma subsidi sahaja yang kurang?
tiada apa yang hilang, nanti akan datang wang melayang..

dengar sini wahai yang tidak memijak bumi!
pernahkah kalian mengintipi kehidupan kami..
pernahkah kalian ngerti makna derita dan susah hati..
kami yang semput bagai melukut di kota kedekut
kami yang bekerja hingga senja di desa yang makin terseksa
bertarung nyawa dan masa, menghitung setiap belanja

pernahkah kau merasa?
rumah bocor yang lanjut usia..
baju dan kasut anak yang koyak
tinggal dalam rumah yang berasak-asak
siang kami sebak, malam kami sesak..

sedangkan kalian manusia angkasa..
istana permata dibina, kereta berjuta dirasa..
elaun di serata, dari isteri sehingga seluruh keluarga..
hidangan istimewa, konon meraya kemakmuran negara..

tapi kami masih di sini..di teratak ini..
dengan lauk semalam..
dengan hidangan yang tidak bertalam..
dengan rumah yang suram..
dengan wang yang hampir padam..

tiada istana lawa..tiada kereta berharga..
tiada layanan diraja..tiada baju bergaya
tiada kediaman menteri..tiada hidangan v.i.p..
tiada persen di sana-sini..tiada bahagian anak dan bini..

tiba-tiba kalian kata: kamilah beban negara..
aduhai celaka bahasa yang kalian guna..
kalian yang belasah, kami yang bersalah..
kalian buat untung, hutang kami tanggung..
kalian mewah melimpah, kami susah parah
kalian hilangkan wang, poket kami yang terbang..
kalian bina istana, rumah kami jadi mangsa..
kalian makan isi, kami dijadikan abdi..

lantas, kalian rampas lagi subsidi..
ke mana wang itu pergi nanti?
jika kalian berhati suci, wajib mengganti buat kami..
jika tidak pun buat gula konon merbahaya
mengapa tidak beras diturun harga?
jika tidak untuk minyak kereta..
mengapa tambang tidak potong sahaja..
tapi entah berapa kali janji..
konon: nanti kami ganti, kami ganti, kami ganti..
hari demi hari, ceritanya pun tidak berbunyi lagi..
kami terus termanggu di sini..
kalian juga yang nikmati..
kami hanya menggigit jari..

kembalikanlah kepada kami harta negara..
jangan hanya kalian sahaja yang merasa..

dr maza
July 2010

Kau kenal ni?

Al-kisahnya dalam perhimpunan kelmarin seorang guru di sekolah aku ni telah menceritakan di dalam perhimpunan tersebut bahawa dia dikejutkan oleh panggilan telefon daripada seorang pegawai Jabatan Pelajaran Negeri Sembilan yang menghubunginya pada hari Jumaat yang lalu.
Pegawai tersebut telah memberitahu bahawa dia telah menegur seorang budak lelaki sekolah ini yang masih berpakaian sekolah berlogo sekolah ini sedang menghisap rokok semasa pulang dari sekolah. Tau apa respon budak tu terhadap teguran pegawai tu? Ditunjukkannya penumbuk seperti dalam cerita Laksamana Do Re Mi tu. Itu baru respon budak tu terhadap orang luar. Dia punya kughang ajor terhadap cikgu2 sini tak tau la.
Ada cerita yang lagi best seorang pengarah pelajaran negeri telah pergi memantau sebuah sekolah ketika pagi2 sesudah subuh. Arakian terserempaklah dia dengan sekumpulan budak sekolah sedang hisap rokok dalam kawasan sekolah, kawasan surau kalau tak silap. Pengarah tu bertanya kepada budak2 tu kenapa hisap rokok dalam kawasan sekolah sedang benda tu salah. Tau apa budak2 tu cakap? "Pakcik ni sapa nak tegur2 kami?"

Sunday, July 18, 2010

Pak Long den kono denggi

Pagi sabtu kelmarin den dikojutkan oleh panggilan daripada pak andak den yang memboghitau bahawo pak long den kono denggi. Dah tigo hari kono tahan di spital tampin.
Jadi dalam pukul seboleh (11) tu den pun poei la. Alhamdulillahg, sampai kek sano Dr cakap dah buleh keluar dah. Jadi dalam pukul 2 lobih tu den pun tolong hantarkan pak long dan mak long den ke moncheh. Potang tu sompek mak long den buek masak lomak ikan temenung dengan sawi joghok. Sodap kan main laei. Dalam pukul 4 songah den balik la ke somban. Itu pun mulo2 pak long dongan mak long tak kasi balik laei. Sughuh tido semalam, esok mak long nak buek kan rondang maman. Uiii, lamo botul den tak makan rondang maman.
Lain kali la yo.

Pertukaran pelajar bukit tinggi

Perhimpunan Isnin minggu lepas ada sikit panjang kerana 2 majlis serentak. Ada perasmian minggu pss dan perpisahan pelajar dari bukit tinggi, indonesia. Ada persembahan cak lempung, kompang formasi dan juga pelajar pertukaran tu pun buat persembahan.

Mari membuat sandwich

Tengah hari rabu minggu lepas untuk aktiviti ko-kurikulum di ppki ni kami buat sandwich. Hmmm, boleh la tahan.

Hotel Peninsular, Jln Semantan, KL

Malam ni ada sikit boring. Enjoy photos that i have shot during my meeting two weeks ago. Ada ais dalam tempat urinate, keh, keh, keh!

Friday, July 16, 2010

5 naik serentak, rakyat tanggung beban

Oleh: Dr Azman Ibrahim

Harga petrol, diesel, gula dan gas LPG naik berkuatkuasa mulai tengah malam ini (15 Julai).

Petrol RON 95 dan diesel naik 5 sen. RON97 tidak lagi diberikan subsidi. Ia tertakluk kepada apungan secara terkawal, dengan harga ditentukan oleh mekanisme harga automatik, berikutan penyelarasan harga subsidi yang diumumkan kerajaan hari ini.

Manakala harga gula pula naik 25 sen kepada RM1.90, dengan gas LPG naik sebanyak 10 sen sekilogram.

Perdana Menteri ketika mengumumkan kenaikan memberikan alasan.

Pertama, kesemua subsidi ini tidak menepati sasaran – ia memberi faedah juga kepada pihak yang tidak layak, iaitu warga asing dan rakyat yang berpendapatan tinggi yakni mereka yang mampu untuk membayar petrol tanpa subsidi. Fokus kita sepatutnya ialah bagi membantu golongan yang berpendapatan rendah dan sederhana bukan mereka yang memandu kereta import yang mewah. Subsidi gula yang berlebihan pula memberi faedah kepada industri-industri dan bukannya keluarga. Hampir dua kali ganda subsidi gula ini digunakan oleh sektor perniagaan berbanding isi rumah.

Persoalannya, walaupun dikatakan kenaikan ini adalah demi mengelakkan pengaliran subsidi kepada sasaran yang salah, tetapi akhirnya beban akan ditanggung oleh rakyat berpendapatan rendah.

Kerajaan perlu menjelaskan secara tepat bagaimana penjimatan dari subsidi ini akan dibelanjakan untuk faedah golongan berpendapatan rendah. Masih kita ingat ketika kenaikan harga petrol dan diesel secara besar-besaran beberapa tahun dahulu, dijanjikan wang penjimatan akan digunakan untuk memajukan perngangkutan awam tapi janji tinggal janji.

Kini dijanjikan pula penjimatan subsidi akan diagihkan kepada bidang pelajaran dan kesihatan. Umum sedia maklum kos pendidikan di Malaysia dan belanja untuk mendapatkan rawatan di hospital-hospital kerajaan adalah di antara dilema bagi rakyat berpendapatan rendah.

Kedua, barangan yang bersubsidi tinggi selalunya membawa kepada aktiviti penyeludupan kerana pemberian subsidi telah menjadikan barangan ini paling murah di rantau ini. Pada tahun 2009 sahaja, ramai penyeludup telah ditangkap ketika cuba membawa keluar lebih 200 tan metrik gula. Sebenarnya, jumlah yang tidak dapat ditangkap kerana penyeludupan ini adalah lebih besar. Diesel terus diseludup dan dijual secara haram di negara jiran. Pihak berkuasa telah meningkatkan pengawalan untuk menghalang penyeludupan, tetapi selagi adanya perbezaan harga yang besar, penyeludup akan terus dengan kegiatan haram ini.

Kalau benar bagai dikata, jelas rakyat bawahan telah terpaksa memikul beban ekoran ketidak mampuan pihak keselamatan menguatkuasakan undang-undang dan menjaga kedaulatan sempadan negara. Apa jaminan selepas kenaikan ini penyeludupan tidak akan berlaku lagi? Kalau penyeludupan masih berlaku, apakah harga akan dinaikkan lagi?

Ketiga, kita perlu menukar cara kita menggunakan bahan bakar dan gula. Penggunaan bahan bakar yang berlebihan akan mengurangkan sumber negara dengan cepat dan tidak menyumbang kepada usaha kita melindungi alam sekitar. Dengan 40 peratus rakyat Malaysia yang berlebihan berat badan atau obes – dan peningkatan jumlah penghidap diabetes – kita perlu menangani apa yang dilihat sebagai satu isu kesihatan. Mengurangkan penggunaan gula di kalangan anak-anak khususnya, adalah langkah yang tepat.

Benarkah harga bahan bakar di Malaysia terlalu murah sehingga dibazirkan sewenangnya oleh rakyat? Selalu kita dengar kempen jimatkan elektrik dan air tapi tidak pernah kita dengar ada kempen jimatkan penggunaan petrol dan gas.

Petrol dan diesel yang diisi ke dalam kenderaan adalah berdasarkan keperluan dan perjalanan juga berdasarkan keperluan. Amat jarang dan hampir tidak pernah terdengar rakyat yang secara suka-suka membazirkan petrol dan gas.

Hujah yang mendakwa gejala berat badan berlebihan dan diabetes mempunyai kaitan dengan harga gula perlu diperkemaskan dengan kajian saintifik dan disokong dengan fakta ilmiah. Saya berpendapat fakta ini terlalu umum dan sangat lemah untuk dipertahankan.

Penulis adalah Ketua Penerangan PAS Kawasan Setiu, Terengganu.

Kerajaan berkira, sanggup rampas 5 sen duit rakyat

Oleh: Dzulfikar Mashoor

KUALA LUMPUR, 16 Julai: "Apa punya kerajaan, terlalu berkira dan sanggup rampas 5 sen dengan curi dari poket rakyat," kata Naib Presiden PAS, Datuk Mahfuz Omar.

Kecaman demikian itu ditujukan kepada Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak ekoran pengumuman menaikkan harga petrol RON95 dan diesel sebanyak 5 sen bermula tengah malam tadi.

Selain mengecam kenaikan harga minyak, beliau turut menjelaskan bahawa langkah menaikkan harga lima hingga enam barang keperluan asasi yang lain bukanlah langkah mengurangkan subsidi.

Sebaliknya, langkah tersebut menurut beliau, patut dilihat sebagai tindakan kerajaan menaikkan harga barang serta membebankan rakyat.

"Jangan terkeliru dengan pembohongan Najib kononnya kerajaan kurang subsidi, sebenarnya kerajaan naikkan harga barang-barang ini.

"Naik harga maknanya naik kos sara hidup, naik kos sara hidup maknanya membebankan rakyat," tegasnya lagi.

Beliau yang juga Ahli Parlimen Pokok Sena turut menganggap Najib menghina rakyat dan institusi rakyat, iaitu Parlimen kerana Najib membuat pengumuman sejurus selesai sesi parlimen, petang semalam.

"Elok-elok selesai sesi Dewan Rakyat, baru dia (Najib) buat pengumuman tanpa membawa isu kenaikan ini dalam dewan.

"Dia hina rakyat, dia hina wakil-wakil rakyat, dia hina Parlimen, dia bohong kita semua kononnya dia sudah mendapat maklum balas positif tentang kenaikan ini," ujarnya lagi sambil mencabar Najib menjelaskan inti maklum balas sebenar rakyat seperti yang diumumkan semalam.

Beliau turut mempertikai alasan Najib kononnya kerajaan berjaya menjimatkan RM750 juta tahun ini dengan kenaikan beberapa bahan keperluan itu.

"Kalau RM750 juta itu satu langkah penjimatan, kenapa rakyat ditimpa rugi dari impak kenaikan harga barang-barang ini.

"Najib suruh rakyat berjimat cermat, sedangkan kerajaan sendiri masih laksanakan tender langsung, melalui Perimekar dapat komisyen RM570 juta beli Scorpene," jelas beliau lagi.

Sementara itu, Ahli Parlimen Jerai, Mohd Firdaus Jaafar mencabar Pemuda Umno Malaysia untuk menyatakan protes berhubung isu yang membabitkan kepentingan rakyat itu.

"Kenaikan-kenaikan ini umumnya lebih kurang RM4 sebab semua barang terbabit digunakan kita semua, Pemuda Umno bersukaria atau sedia terima cabaran menentang Najib.

"Pemuda PAS jelas menentang ini semua, pemuda Umno takkan sokong langkah bodoh ini," ujar beliau ketika menghubungi Harakahdaily.

Dengan kenaikan beberapa harga barangan keperluan itu, katanya lagi, wajar menjadi motivasi kepada anak muda untuk giat mendaftar diri sebagai pengundi.

Dengan berbuat demikian, tambahnya lagi, mempu mengukuhkan sokongan rakyat menolak BN pada Pilihan Raya Umum Ke-13 (PRU13) tidak lama lagi.

"Sokongan yang ada pun Umno takut, kena cepat-cepat daftar (pengundi) supaya kita makin kukuh untuk tolak kabinet Najib nanti," ujarnya lagi.

Wednesday, July 14, 2010

Ibu bapa jadi hamba anak

Semalam masa tengok berita ni kat TV3 aku ingat aku tersalah dengaq. Selalunya yang menuntut nafkah ialah bekas isteri kepada bekas suaminya.
Kes-kes yang melibatkan tuntutan nafkah bekas isteri pun mengambil masa yang lama untuk diselesaikan sehingga waran tangkap perlu dikeluarkan, agak2 orang yang macam ni bila la nak selesaikan? Aku pun heran kenapa si bapa budak2 tu tuntut hak jagaan tetapi bagi kat datuk pulak untuk jaga.
Kesian, dah la banyak keluaq belanja nak menyekolahkan anaknya hingga boleh kerja bergaji besar tak leh merasa sikit kesenangan pun. Dari air muka pesara aku boleh nampak betapa malunya dia nak berhadapan dengan media. Mungkin ada yang berkata takkan dengan anak pun nak berkira tapi hanya yang menanggung beban yang tahu. Budak sekarang sekolah belanja banyak, baju sekolah,kasut sekolah, baju uniform, baju sukan, kasut sukan, beli reket badmintin, makan, buku pelajaran, tuisyen, pegi CC buat research (adik aku yang sekolah rendah tu cikgu dia suruh pi CC cari nama saintifik pokok2, ada dalam sukatan ka?), buat folio, camping, macam2 sampai tak menang tangan.

Bapa tuntut anak bayar nafkah


KUALA TERENGGANU 13 Julai – Sejak tujuh tahun lalu, seorang pesara swasta memelihara dua orang cucu yang ditinggalkan oleh anak lelakinya setelah bercerai dengan ibu kanak-kanak tersebut.

Dengan kudrat yang tidak seberapa, warga emas itu bersama isterinya membesarkan cucu-cucunya itu tanpa bantuan nafkah daripada bapa kanak-kanak tersebut.

Walhal anak pesara itu merupakan seorang pengurus di sebuah syarikat cari gali minyak di ibu negara dengan pendapatan RM17,000 sebulan.

Tidak tahan dengan sikap 'lepas tangan' anaknya itu, Mustafa Ismail, 64, telah mengemukakan tuntutan supaya Nasrun, 37, membayar tunggakan nafkah penjagaan dua cucunya itu selama tempoh tersebut sebanyak RM20,000 di Mahkamah Rendah Syariah di sini.

Mustafa dari Kampung Beladau Kolam, Manir turut menuntut perintah agar Nasrun memberi nafkah RM800 sebulan menerusi potongan gaji untuk keperluan dua cucunya yang kini berusia 13 tahun (perempuan) dan 15 tahun (lelaki).

Selain itu, beliau sebagai plaintif menuntut anak lelakinya itu memohon maaf kepadanya dan hadir ke mahkamah tersebut bagi menyelesaikan kes berkenaan.

Mustafa yang diwakili peguam syarie, Fazru Anuar Yusof mengemukakan tuntutan berkenaan ketika kes itu disebut di hadapan Hakim Syarie, Kamarulazmi Ismail hari ini.

Pada prosiding tersebut, Mustafa yang kelihatan sebak, membaca wakalah pelantikan peguam syarie dengan nada tersekat-sekat sebelum meminta Fazru Anuar membacakan tuntutantuntutan berkenaan.

Nasrun yang dinamakan sebagai defendan dalam permohonan itu tidak hadir di mahkamah hari ini.

Kamarulazmi kemudian menetapkan 24 Ogos ini untuk sebutan semula permohonan tersebut yang dibuat mengikut Enakmen Undang-undang Pentadbiran Islam Negeri Terengganu 1985.

Hakim tersebut menyifatkan kes itu cukup mengaibkan dalam institusi keluarga Islam dan tidak sepatutnya berlaku apatah lagi ia melibatkan antara bapa dengan anak kandungnya sendiri.

Malah jelasnya, kes itu merupakan kes kedua yang pernah menggemparkan negara berkaitan tuntutan nafkah yang dikemukakan ibu bapa terhadap anak kandungnya selepas kes membabitkan seorang pensyarah di Seremban kira-kira tiga tahun lalu.

Justeru itu, beliau berharap kes berkenaan dapat diselesaikan di luar mahkamah dengan kedua-dua belah pihak memberi pertimbangan wajar ke arah penyelesaian demi kebaikan bersama.

Sementara itu, Fazru Anuar sewaktu ditemui pemberita di luar mahkamah berkata, plaintif terpaksa menanggung dua cucunya itu sejak tujuh tahun lalu tanpa bantuan nafkah daripada Nasrun.

''Malah selama tempoh itu, Nasrun yang merupakan seorang pengurus di sebuah syarikat cari gali minyak di Kuala Lumpur dan berpendapatan RM17,000 sebulan tidak pernah menjenguk dua anaknya itu yang dijaga plaintif bersama isteri (ibu Nasrun),'' katanya.

Menurut beliau, plaintif mendapat hak penjagaan ke atas kedua-dua cucunya itu pada 2004 daripada bekas menantunya setelah pasangan tersebut bercerai pada 30 Disember 1998.

Nasrun dan bekas isterinya masing-masing telah berkahwin lain.

Ditanya sama ada pihak plaintif akan akur dengan nasihat hakim untuk menyelesaikan konflik keluarga itu di luar mahkamah, beliau berkata:

''Anak guam saya bersifat terbuka dan akan pasti mengubah pendirian jika defendan pulang menjenguknya dan isteri serta dua anaknya itu serta memohon maaf akan keterlanjuran,'' ujarnya.

Sunday, July 4, 2010

Steamboat Restoren Nelayan Titiwangsa

Petang Sabtu kelmarin aku dan isteri pergi makan steamboat kat Restoren Nelayan Titiwangsa. Huh, untuk tahun ni, ini kali pertama pergi makan kat sini. Memang best sesekali dapat makan udang banyak2. Boleh alergic gatal satu badan kalau orang macam aku ni. Dulu mula2 tak tau ada ubat alergic tu tapi bila dah tau aku makan satu sebelum makan dan satu selepas makan.

Selain ada ketam, ada juga fish ball, crab ball dan tah apa2 ball lagi. Ada nasi goreng, nasi putih (ada juga orang ambik nasi putih banyak2 masa makan buffet, kat rumah tak dak nasi putih kot, kah kah kah!). Budak2 kecik pulak macam budak2 kat sekolah buta aku dulu tu ambik ayam goreng saja. Yang boleh tahan jugak malam tu ialah tomyam yang ada cendawan butang serta sup isi ketam.

Macam2 kelibat aku boleh tengok cara orang ambik benda makan malam tu, maklum la meja kami dekat dengan tempat makanan. Ada yang ambik sepenuh2 pinggan. Ada yang cedok benda makan pastu makan sikit dekat dulang tempat makan tu, takut habis kot. Ada budak yang ambik benda makan sekali dengan senduk ceduk benda makan. Ada orang ambik udang saja (aku la tu ha ha ha!). Desert malam tu ada buah tembikai, honey dew, kastard, sagu dan air mata kucin.

Aku makan udang sampai lenguh tangan mengopeknya. Makan mula jam 6.40 petang sampai la ke 8.30 malam. Rugi la makan sikit2 pasal seorang dia cas RM30.

Petang sebelum makan tu masa aku dan isteri ronda2 Tasik Titiwangsa, terjumpa seekor burang yang terjatuh ke dalam tasik. Ada 3 orang tourist dari India yang selamatkan burung tu. Kesian burung tu sejuk.

Ros Jepun Hotel Vistana

Hari tu masa meeting di Hotel Vistana, aku tertarik cara hotel tu hias laman luaqnya. Depa tanam pokok Ros Jepun. Memang cantik bunganya kalau berkembang. Pokok bunga ni pun tahan lasak dan mudah tumbuh.

Kedai makan Pantai Cinta Berahi

Gambaq kedai makan kat Pantai Cinta Berahi. Best, best, best!

Minum Coke sambil tunggu solat Jumaat

Kelmarin sambil tunggu nak solat Jumaat di Masjid Pasir Putih (kat Seremban, bukan Kelantan daa) minum Coke dulu kat restoren seberang jalan masjid. Bila la nak ada satu masjid kat area Bukit Galena. Jauh nak mai masjid ni. Dekat 10km. Hemmm...

Imej kandid Nomad Sucasa

Boring2 meeting hari kat Nomad Sucasa aku ada capture 2 gambar.

Lagenda Budak Setan

Hari tu errr malam tu aku dan isteri pi tengok wayang. Adaptasi novelis yang terkenal. Best jugak ceritanya. Rupanya bila dah tengok sampai habih ada lagi sambungannya yang akan datang. Kalau tengok daripada novelnya yang asal tu memang tak semua diceritakan.